Tuesday, October 6, 2015

Pengembangan Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal di Lembah Baliem, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua


1. Latar Belakang
Kabupaten Jayawijaya ini. Kabupaten Jayawijaya terletak tepat di jantung Provinsi Papua, yang mempunyai potensi wisata alam dan budaya yang sangat luar biasa dan mempunyai keunikan tersendiri yang tidak ditemui di daerah lain, potensi wisata ini telah dipublikasikan ke dalam dan luar negeri lewat jaringan internet dan melalui promosi ke berbagai Negara dengan mengadakan pameran – pameran wisata untuk menarik minat wisatawan domestic dan mancanegara berkunjung ke Kabupaten Jayawijaya.
Adapun beberapa objek wisata alam yang sangat menonjol seperti danau Habema yang berada di ketinggian 1650 DPL dengan panorama alam pegunungan yang memanjakan mata, Kawasan Taman Lorentz dengan keanekaraman hayati, flora dan fauna, goa-goa alam yang tersebar dibeberapa tempat dengan stalaktit dan stalaknit yang belum terjamah tangan-tangan jahil, hamparan pasir putih di atas bukit Aikima, sedangkan wisata budaya yang saat ini merupakan ikon pariwisata Jayawijaya yaitu Festival Budaya Lembah Baliem yang digelar setiap tahun pada bulan Agustus yang menjadi agenda tahunan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya, serta wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah mumi yang telah berusia ratusan tahun yang terdapat di kampung Aikima dan Kurulu.
Adapun pemeo yang populer di tengah-tengah wisatawan sendiri “ kalau belum ke Wamena, berarti belum ke Papua “ ini artinya bahwa kunjungan anda ke Papua belum lengkap bila belum bekunjung ke Wamena, hal ini menunjukkan objek wisata di Jayawijaya masih memiliki keaslian budayanya dengan segala kearifan local yang masih dipertahankan masyarakat dengan baik hingga saat ini.
2.  Konsep Pengembangan Ekowisata
Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
Ekowisata memberikan kontribusi positif terhadap usaha pelestarian lingkungan. Pelestarian lingkungan merupakan pengembangan ekowisata dengan tetap memperhatikan prisip-prinsip secara konsisten. Sebagai langkah awal idealnya pengembangan obyek ekowisata sebagai daya tarik wisata harus diinventarisir terdahulu, agar perencanaan pengembangan tidak terjadi kekeliruan. Lembah Baliem memiliki begitu banyak potensi sumber daya ekowisata, namun belum dikelola dengan pendekatan konsep ekowisata. Berdasarkan alasan tersebut, guna mengetahui potensi pengembangan ekowisasa yang berkelanjutan, kendala pengembangan ekowosata, dan strategi pengembangan sumber daya ekowisata yang terdapat di Lembah Baliem.
Upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan telah memberikan implikasi munculnya berbagai tuntutan  di semua sektor pembangunan. Tuntutan-tuntutan tersebut telah dan akan mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru, cara cara pendekatan baru dalam berbagai kegiatan  baik bisnis pariwisata secara langsung yang dilakukan dunia usaha pariwisata dan usaha-usaha masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, lingkungan mempunyai peran penting dalam usaha mendorong semua lapisan masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai peluang bisnis, sehingga diharapkan dapat mendorong semua pihak untuk dapat menyelesaikan masalah- masalah dan mampu mendorong keikutsertaan semua unsur secara bersama-sama menanggulangi masalah lingkungan secara bersama-sama.
Dari pengetahuan terhadap motivasi ekowisata, maka prinsip  utama ekowisata menurut Choy (1998:179), adalah meliputi : 
1)   Lingkungan ekowisata haru bertumpu pada lingkungan alam dan  budaya yang relatif belum tercemar atau terganggu
2)   Masyarakat ekowisata harus dapat memberikan manfaat ekologi, sosial, dan ekonomi langsung kepada masyarakat setempat
3)   Pendidikan dan pengalaman ekowisata harus dapat  meningkatkan pemahaman akan lingkungan alam dan budaya yang terkait, sambil berolah pengalaman yang mengesankan.
4)   Keberlanjutan ekowisata harus dapat memberikan sumbangan positif bagi keberlanjutan ekologi dan lingkungan tempat kegiatan, tidak merusak, tidak menurunkan mutu, baik jangka pendek dan jangka panjang
5)   Manajemen ekowisata harus dapat dikelola dengan cara yang bersifat menjamin daya hidup jangka panjang bagi lingkungan alam dan budaya yang terkait di daerah tempat kegiatan ekowisata, sambil menerapkan cara mengelola yang terbaik untuk menjamin kelangsungan hidup ekonominya.

Ekowisata memiliki keterkaitan dengan beberapa prinsip pengembangan ekowisata namun di dalamnya terkandung makna untuk turut serta melestarikan ekonomi lingkungan, yaitu wisatawan memiliki keterlibatan langsung dalam pelestarian lingkungan, serta diharapkan memiliki kesadaran akan keberadaan sumber daya dan lingkungan . Kegiatan pariwisata memiliki tanggung jawab ekonomi dalam pelestarian lingkungan hijau yang dikunjungi dan dinikmat wisatawan melalui berbagai kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan yang dapat dikembalikan bagi kepentingan konservasi lingkungan dan kunjungan wisatawan untuk pengembangan lingkungan yang berkelanjutan yang dapat dinikmati oleh para pecinta dan pemelihara lingkungan berikutnya.
Selain itu, kegiatan pariwisata lebih banyak menggunakan sarana transportasi lokal, sarana akomodasi lokal, yang dikelola masyarakat setempat dan membedakan kehidupan masyarakat setempat dalam menumbuhkan pendapatan masyarakat dari berbagai kegiatan yang diakibatkan oleh kegiatan wisatawan di lokasi ekowisata yang dikunjunginya dan berdampak kepada tumbuhnya inovasi, kreativitas masyarakat dalam menggali berbagai sumber kegiatan positif yang menunjang terhadap interaksi lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekowisata di daerahnya.

3. Gambaran Geografis Kabupaten Jayawijaya
Secara geografi Kabupaten Jayawijaya terletak antara 30.20 sampai 50.20′ Lintang Selatan serta 1370.19′ sampai 141 Bujur Timur. Batas-batas Daerah Kabupaten Jayawijaya adalah sebagai berikut : Sebelah Utara dengan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Yapen Waropen, Barat dengan Kabupaten Paniai, Selatan dengan Kabupaten Merauke dan Timur dengan perbatasan negara Papua New Guinea. Kabupaten Jayawijaya, dengan luas wilayah sebesar 2.629 km2, Kabupaten Jayawijaya adalah kabupaten terluas di dataran tinggi Papua sebelum terjadi pemekaran menjadi lima kabupaten pada 2008. Jayawijaya sekarang meliputi 11 kecamatan dengan 116 desa. Sekitar 110.000 penduduk tinggal di 11 kecamatan.
Topografi Kabupaten Jayawijaya terdiri dari gunung-gunung yang tinggi dan lembah-lembah yang luas. Diantara puncak-puncak gunung yang ada beberapa diantaranya selalu tertutup salju misalnya Pucak Trikora 4750 m, Puncak Yamin 4595m dan Puncak Mandala 4760m. Tanah pada umumnya terdiri dari batu kapur/gamping dan granit terdapat di daerah pegunungan sedangkan di sekeliling lembah merupakan percampuran antara endapan Lumpur, tanah liat dan lempung.
Suhu udara di sekitar Lembah Baliem bervariasi, antara 14,5˚C dan 24,5˚C. Dalam setahun curah hujan rata-rata adalah 1.900 mm dan sebulan kurang lebih ada 16 hari hujan. Batas antara musim kemarau dan penghujan sulit dibedakan. Akan tetapi, Maret adalah bulan dengan curah hujan terbesar dan Juli adalah bulan dengan curah hujan terendah. Lembah Baliem dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya yang terkenal akan puncak salju abadinya, antara lain Puncak Trikora (4.750 m), Puncak Mandala (4.700 m), dan Puncak Yamin (4.595 m).
Jayawijaya beriklim tropic basah, hal ini dipengaruhi oleh letak ketinggian di permukaan laut dengan temperatur udara bervariasi antara 80-200Celcius dengan suhu rata-rata 17,50Celcius dengan hari hujan 152,42 hari pertahun tingkat kelembaban diatas 80%, angin berhembus sepanjang tahun dengan kecepatan rata-rata tertinggi 14 knot dan terendah 2,5 knot.
Daerah ini terdapat banyak margasatwa yang aneh dan menarik yang hidup di tengah-tengah pepohonan tropis yang luas dan beraneka ragam pada gunung-gunung yang lebih tinggi. Hutan-hutan tropis memberi kesempatan bagi tumbuh-tumbuhan dan hutan-hutan Cemara, semak rhodedendronds dan species tanaman pakis yang dari anggrek yang sangat mengagumkan. Dekat daerah bersalju di puncak-puncak gunung terdapat lumut dan tanaman tundra. Hutan-hutan juga beraneka ragam jenis kayu yang sangat penting bagi perdagangan seperti intisia, pometis, callophylyum, drokontomiko, pterokorpus dan jajaran pohon berlumut yang jika diexploitasi dan diproses dapat menghasilkan harga yang sangat tinggi jika diperdagangkan. Hutan-hutan dan padang-padang rumput Jayawijaya merupakan tempat hidup kanguru, kuskus, kasuari dan banyak species dari burung endemic seperti burung Cenderawasih, mambruk, nuri bermacam-macam insect dan kupu-kupu yang beraneka ragam warna dan coraknya.
Penduduk asli yang mengalami Kabupaten Jayawijaya ini adalah Suku Dani, Kimyal dan Suku Jale. Selain penduduk asli, terdapat juga penduduk yang berasal dari daerah-daerah lain di Indonesia yang berada di Kabupaten Jayawijaya bekerja sebagai pegawai negeri, ABRI, Pengusaha, pedagang, transmigrasi dan sebagainya. Pada penduduk Jayawijaya, babi memegang peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Babi merupakan prestise dan melambangkan status sosial seseorang. Tetapi babipun bisa menyebalkan pecahnya perang suku, dan binatang ini juga berperan sebagai mas kawin (uang mahar).
Di daerah ini masih banyak orang yang mengenakan “koteka” (penutup      penis) yang terbuat dari kunden kuning dan para wanita menggunakan pakaian wah berasal dari rumput/serat dan tinggal di “Honai-honai” (gubuk yang beratapkan jerami/lalang). Upacara-upacara besar dan      keagamaan, perang suku masih dilaksanakan (walaupun tidak sebesar sebelumnya). Walaupun mereka menerima Agama Kristen, banyak diantara upacara-upacara mereka masih bercorak budaya lama yang diturunkan oleh nenek moyang mereka.
Suku Dani percaya terhadap rekwasi. Seluruh upacara keagamaan diiringi dengan Nyanyian, tarian dan persembahan terhadap nenek moyang mereka, baik upacara peperangan dan permusuhan biasanya melintasi daerah perbatasan, wanita, pencurian babi dan masalah-masalah kecil lainnya. Para prajurit memberi tanda juga terhadap mereka sendiri dengan babi lemak, kerang, bulu-bulu, kus-kus, sagu rekat, getah dari pohon mangga dan bunga-bungaan, mempersenjatai diri sendiri dengan; tombak, busur dan anak panah.
Kabupaten Jayawijaya terhitung yang paling berada di pedalaman Papua maka sarana perhubungan yang ke ibukota Wamena dan kecamatan-kecamatan lainnya di daerah pedalaman Jayawijaya adalah lewat transportasi udara. Lapangan terbang yang utama terletak di kota Wamena dan memiliki jalur rutin yang setiap hari didarati dengan pesawat terbang seperti Merpati Airlines, Trigana Airlines, dan beberapa jenis pesawat setiap hari 3-4 kali penerbangan dari Jayapura (Airport Sentani) pulang pergi. Beberapa kota kecamatan di daerah ini dihubungkan dengan jalan darat dan ada kendaraan seperti taksi-taksi umum yang beroperasi bahkan beberapa mini bus yang diperuntukkan bagi kepentingan para wisatawan.
Adapun Patung Hukumiarek dijadikan sebagai patung perdamaian. Patung Hukumiarek dibangun di tengah kota dan saat ini menjadi taman kota dan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH)  Hukumiarek adalah nama salah satu Kepala Suku di Wamena yang menjadi korban akibat perang suku. Patung ini dibangun untuk mengingatkan kepada masyarakat Wamena agar tidak terjadi lagi perang suku antara sesama suku serta memohon untuk senantiasa menjaga dan memelihara perdamaian.

4. Tempat Wisata di Wamena
1) Mummi Wimontok Mabel
Mummi Wimontok salah satu obyek wisata yang terkenal di Wamena. Obyek wisata ini terletak di Desa Kurulu yang jaraknya sekitar 50 kilometer di utara Wamena. Sebagai obyek wisata menarik di Wamena, akses jalan menuju desa ini cukup baik. Hanya sekitar 30 menit kita sudah sampai di Desa Kurulu.
Menurut informasi, hanya orang-orang tertentu yang boleh dimumikan. Mereka biasanya orang yang dianggap pahlawan karena berjasa dalam perang antar suku semasa hidupnya. Mummi tersebut adalah kepala suku atau panglima perang seperti Wimontok Mabel.


Wimontok dalam bahasa masyarakat setempat berarti perang terus. Ia adalah kepala suku perang yang terkenal dengan ahli strategi. Namun, Wimontok meninggal karena usia yang sudah tua. Dan sebagai panglima perang, tubuhnya dipenuhi luka tusukan yang masih terlihat hingga sekarang. Umur mummi ini diperkirakan sekitar 366 tahun. Umur ini bisa dihitung dari kalung rumput yang dilingkarkan di lehernya setiap 5 tahun sekali. Untuk pengalungan tersebut harus disertai upacara adat dengan pemotongan babi. Kemudian, lemak babi itu dilulurkan ke seluruh tubuh mummi tersebut.
Pengawetan dilakukan dengan cara pengasapan sekitar 3 bulan terus-menerus dengan ramuan rempah-rempah. Sepanjang prosesi pengawetan tersebut disertai dengan upacara adat yang sakral. Setelah menjadi mummi, perawatan selanjutnya ditangani kaum laki-laki saja. Mereka Beranggapan, bahwa jika sudah tersentuh oleh wanita, mummi akan cepat rusak dan bisa mendatangkan malapetaka seperti ladang yang tidak subur dan timbulnya wabah penyakit dan bagi si wanita sendiri, ia bisa menjadi mandul.
Dalam upacara-upacara adat seperti perkawinan, mummi Wimontok selalu dihadirkan di tengah-tengah pesta. Sesuai dengan kepercayaan mereka, kehadiran mummi di upacara tersebut akan mendatangkan kebahagiaan dan kesuburan. Karena dipercaya, mummi akan merestui setiap kegiatan yang mereka lakukan sebab hal itu pernah dilakukan oleh mummi semasa hidupnya.

Selain itu, adapun Mumi ini adalah murni seorang Panglima perang yang bernama Werafak Elosak yang meninggal dunia 350 tahun yang lalu, jenazahnya diawetkan secara tradisional di desa Aikima kecamatan Krulu 8 km dari kota Wamena dan dapat dicapai dengan kenda-raan selama 15 menit. Selain mumi di Aikima, ada juga beberapa Mumi yang diawetkan secara tradisional seperti di Desa Yiwika Kecamatan Krulu Mumi Pumo di Desa Aroboda Kecamatan Asologima dan Mumi Aggruk di Desa Ubahak.

Biaya Wisata di Mummi
Awalnya kita harus melakukan negosiasi harga terlebih dahulu dengan kerabat dekatnya. Usai negosiasi, kerabat Wimontok mematok harga sesuai jumlah rombongan yang hadir. Mereka meminta ongkos Rp 450 ribu untuk dapat melihat mummi Wimontok. Itu baru ongkos mengeluarkan mummi tersebut ndari rumah honai tempat ia disimpan. Jika ingin memotretnya, maka kita harus membayar lagi Rp 50 ribu untuk sekali jepret.
Namun, kenangan yang didapat wisatawan setelah mendatangi obyek wisata ini jauh melebihi ongkos yang harus mereka keluarkan. Sebab, selain di Wamena, mummi hanya ada di Mesir yang secara geografis lebih jauh dari Indonesia. 

2) Pasir Putih Wamena
Di Wamena terdapat pasir putih, yaitu pasir putih Aikima dan pasir putih Tulem, dengan menempuh perjalanan hanya 30menit kita dapat berwisata di Pasir Putih, selain berwisata, pasir sering dijadikan tempat peribadatan atau ibadah di alam terbuka oleh beberapa gereja di Kota Wamena. Pasir putih ini, lebih halus dari pasir pantai dan terletak di perbukitan tulem dan terdapat banyak vegetasi disana yang langkah, seperti anggrek hutan yang unik dan indah. Tarif masuk mobil    50rb dan tarif motor 20rb.

3) Goa Kontilola
Goa ini merupakan cagar alam, bukti peninggalan yang menjelaskan keberadaan astronomi kuno. Goa kontilola terdapat menyimpan sejuta misteri, untuk menuju Goa Kontilola diperlukan sedikit tenaga ekstra, sebab pengunjung harus mendaki susunan anak tangga hingga jauh diatas bukit.
Adapun suasana mistis maupun keindahan karena adanya hiasan stalaktit dan stalagnit tampak eksotis menghias sepanjang atap goa yang mempunyai semacam aula raksasa di salah satu ruangnya. Hal menarik yang sangat menarik perhatian lebih dari para wisatawan adalah lukisan-lukisan aneh tercetak di beberapa bagian dinding goa. Sepertinya dalam lukisan tersebut, pembuatnya ingin mencoba menggambarkan satu bentuk mahluk misterius yang menyerupai manusia.
Penduduk sekitar percaya bahwa pembuat lukisan tersebut bukanlah manusia, lebih tepatnya lukisan itu dibuat oleh mahluk dari luar angkasa atau Alien. Hal itu semakin diperkuat dengan adanya susunan jenis batu yang berbeda pada wujud mahluk lain . Misteri lain yang tidak kalah menarik adalah adanya istana kelelawar dan sungai bawah tanah yang terletak jauh didalam perut Goa Kontilola. Dengan banyaknya lorong, ruang, dan bentuk yang terkesan gigantism tersebut, sangat banyak misteri dan hal-hal fenomenal masih tersembunyi disana.
Goa Kontilola terletak di Kecamatan Kurulu. Untuk mengunjungi Wisata Goa Kontilola, membutuhkan perjalanan sekitar 1 jam dari Kota Wamena. Seperti biasa, yaitu awalnya kita harus melakukan negosiasi harga terlebih dahulu dengan penjaga goa tersebut. Biasanya jika wisatawan berasal dari dalam kota wamena atau dari Papua akan dikenakan biaya murah sekitar 200rb per mobil, kalau wisatawan asing yang tour maupun ekspedisi akan dikenakan biaya dari 200-500rb. Namun jika di Kota Wamena sedang dilakukan kegiatan nasional maupun kegiatan gerejawi dan terjadi peningkatan wisatawan, maka penjaga akan meminta tarif masuk mahal sampai 500rb per mobil.

4) Telaga Biru Maima
Salah satu objek wisata bersejarah di kota wamena yang hingga kini masih disakralkan dan di jaga dengan baik oleh warga masyarakat/yaitu objek sejarah asal usul manusia di lembah baliem wamena. Telaga biru di desa maima, adalah objek wisata budaya bersejarah yang diyakini sesuai mitos yang berkembang bahwa telaga biru maima memiliki sejarah misteri lahirnya asal usul manusia di lembah baliem wamena kabupaten jayawijaya hingga ke pegunungan tengah bahkan sampai ke nabire- paniai.
Telaga biru maima,yang dalam bahasa daerah menyebutkan desa maima yang berarti “tempat di bawah di mana ada air” atau (we) ma-i-ma, hingga kini menjadi salah satu objek bersejarah dan lokasi objek wisata budaya yang dijaga oleh pemerintah daerah karena memiliki cerita yang diyakini hingga saat ini oleh masyarakat di lembah baliem sebagai sejarah asal usul manusia pertama di lembah ini. Keunikannya yaitu airnya yang selalu berwarna beru ke hijau-hijauan yang bersumber dari sebuah mata air di kedalaman sekitar tujuh meter di bawah permukaan air dan tepat dibawah sebuah gunung, dan selalu menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan.
Menurut mitos yang dipercayai hingga kini,asal usul manusia pertama yang keluar dari dalam telaga tersebut tidak mempunyai mata dan telinga sedang duduk-duduk dan memainkan sebuah busur anak panah tiba-tiba melihat seorang yang berkulit agak terang muncul dengan hiasan manik-manik diseluruh tubuhnya yang disebut naruekul atau nakmarug yang memiliki pengetahuan bagaimana bercocok tanam, ia juga mengetahui aturan perkawinan (wita-waya) dan pedoman hidup yang baik. Ia (seorang yang berkulit agak terang) dibunuh dan dikuburkan dengan daun-daun namun tiba-tiba dari tubuhnya keluar makanan ubi-ubian, bibit pohon pisang, tanaman keladi (bentoel) dan hewan ternak seperti babi. Lalu tulang belulangnya akhirnya dibawah kemana-mana sebagai bibit makanan.
Oleh sebab itu, hingga saat ini masyarakat masih memegang teguh kepercayaan ini dengan selalu menyimpan sepotong tulang yang disebut kaneke yang selalu disimpan dalam honai adat atau juga yang disebut pilamo. Kepala bidang objek dan daya tarik wisata dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten jayawijaya, yang juga berasal dari distrik asolokobal tempat telaga biru berada, alpius wetipo membenarkan kepercayaan tersebut dan hingga kini pemerintah melalui dinas terkait turut menjaga dan melestarikan lokasi telaga biru maima sebagai salah satu objek wisata bagi kabupaten jayawijaya.
Distrik Maima adalah sebuah desa mungil yang sangat cantik, layaknya desa-desa di Norwegia sana. Kontur tanahnya berundak, karpet rumput hijau membentang, bangunan-bangunan kayu berdiri cantik di atasnya. Bendera Indonesia berkibar di atas tiang, diterpa sinar mentari yang saat itu cemerlang.Telaga biru merupakan sebuah danau yang konon, berair biru toska. Danau itu tersembunyi di balik bukit terjal, dikelilingi tebing hijau yang menghalanginya dan dihubungi oleh sebuah jembatan gantung ,yaitu Jembatan Kuning, yang menghubungkan jalan utama dengan Distrik Maima di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Sesuai namanya, tiang besi di pintu jembatan itu dicat kuning. Jembatan yang cukup panjang, melintasi Sungai Baliem dengan air kecoklatan, namun dingin tak terelakkan.
Butuh 1 jam trekking dari Distrik Maima menuju Telaga Biru. Bukan hal yang mudah, mengingat medan tanah licin dan tanjakan yang cenderung terjal. Untuk tarif masuk biasanya tergantung penjaga di desa tersebut. Jika pelajar atau mahasiswa 20rb hingga 50rb, jika wisatawan asing 50rb hingga 200rb.

5) Festival Lembah Baliem
Setiap bulan Agustus, menyongsong Hari Kemerdekaan yang jatuh pada tanggal 17, ribuan masyarakat suku di lembah ini akan berkumpul di Desa Wosilimo untuk berpartisipasi dalam festival tahunan Festival Budaya Lembah Baliem, atau lebih populer dengan nama Festival Lembah Baliem.
Demontrasi perang-perangan ini bercorak budaya yang diturunkan dari      nenek moyang mereka dan ini menunjukkan bahwa perang suku yang terjadi antara suku-suku di Wamena disebabkan karena suku yang satu dianggap melanggar masuk batas daerah kekuasaan suku yang lain atau karena masalah perempuan juga masalah babi dan masalah-masalah kecil lainnya.
Festival itu selalu mengundang  para fotografer profesional dan wisatawan dengan minat khusus dari Belanda, Australia, dan Amerika Serikat. Mereka khusus datang ke Lembah Baliem untuk menyaksikan demonstrasi perang antarsuku, pertunjukkan budaya, dan beberapa memanfaatkan momentum ini untuk menggali kehidupan masyarakat pedalaman. Selama festival, masyarakat suku akan mengenakan pakaian tradisional mereka. Laki-laki hanya menyarungkan penisnya dengan koteka yang terbuat dari umbi-umbian, sedangkan perempuan bertelanjang dada dan hanya mengenakan sali (rok dari rumput).
Saat berlangsung Festival Lembah Baliem adalah saat terbaik untuk berkunjung ke Wamena. Adapun, lama kunjungan yang disarankan yakni minimal lima hari. Tempat dilaksanakannya festival ini di Kecamatan Wosilimo, yaitu menempuh perjalanan sekitar 1 jam 15 menit. Untuk tiket masuk 20rb per motor, 50rb per mobil, rombongan bis 100-200rb.

 6) Danau Habema
Danau Habema terletak di kaki Gunung Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua, danau ini merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia. Terletak di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut, oleh Masyarakat Dani, penduduk Jayawijaya, danau itu dianggap sebagai tempat keramat yang jadi sumber kesuburan dan kehidupan. 
Untuk mencapai Danau Habema, yang dalam bahasa setempat bernama Yuginopa berada di zona inti Taman Nasional Lorenz, Papua. Area Habema mempunyai luas kurang lebih sekitar 224,35 hektar dengan keliling 9.79 kilometer  Nama Habema diambil dari seorang perwira Belanda yang bernama Letnan D Habema, yang mengawal ekspedisi HA Lorentz untuk mencapai puncak  Ettiakup (sebutan masyarakat lokal untuk Gunung Trikora) pada tahun 1909. Pada masa pemerintahan Belanda, Gunung Trikora dikenal dengan nama Wilhelminatop. Pada tahun 1963 namanya berubah menjadi Trikora (Tri Komando Rakyat) setelah perintah Presiden pertama Indonesia, Soekarno, untuk merebut Papua Barat.

Dahulu, puncak Gunung Trikora dan sekitar Danau Habema dihiasi dengan salju. Tapi beberapa tahun terakhir, salju di Trikora menipis dan Habema juga tidak pernah lagi dihiasi salju di sekitarnya. Tetapi Danau Habema masih punya banyak keindahan lain yang bisa dinikmati. Mulai dari bentang pemandangan padang rumput yang terlihat sejauh mata memandang, embun di ujung dedaunan dan rerumputan, lalu air danau yang tenang, serta masih banyak lagi. Di sekitar danau terhampar padang rumput yang luas. Rumah semut yang dimanfaatkan untuk pengobatan alternatif tergantung di beberapa pohon. Jika beruntung kita bisa menemukan burung endemik Papua, cenderawasih dan astrapia. Bahkan, anggrek hitam yang sudah langka itu terkadang masih bisa dijumpai di sini.

Kesimpulan
Dalam beberapa tahun terakhir ini kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jayawijaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan semakin populernya objek wisata di daerah ini  dengan segala keunikannya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jayawijaya.
Namun, Ekowisata di Kabupaten telah mengalami pengembangan dengan adanya dukungan pementah daerah dalam kontrol promosi baik melalui media cetak,media online maupun pamplet. Hal ini, jelas mendorong peningkatan wisatawan asing yang berkunjung ke kota Wamena sehingga meningkatkan pendapatan daerah, pajak dan menambah perekonomian masyarakat melalui transportasi yang digunakan, tempat penginapan, jasa guide masyarakat lokal.
Lembah Baliem memiliki potensi sumber daya ekowisata yang cukup bervariasi serta alami, namun belum memberikan manfaat yang berarti terhadap kehidupan masyarakat lokal. Keterpaduan dalam mengembangkan sumber daya alam perlu dipupuk guna mencapai sasaran pembangunan yang efisien dan efektif serta optimal. Pembangunan masih dilakukan secara sektoral sehingga pencapaian sasaran pembangunan juga tidak begitu optimal. Pengembangan ekowisata secara menyeluruh tertumpu pada dinas pariwisata daerah, kearifan lokal sementara idealnya pengembangan pariwisata melibatkan semua elemen terkait, baik pemerintah maupun swasta.
Hasil identifikasi menunjukan, bahwa, di Lembah Baliem terdapat 8 Goa, 4 lokasi penyelenggaraan Festifal budaya, 3 patung bersejarah, 3 danau besar, 4 mummi, 5 lokasi pemandangan alam yang menarik. Kendala jarak, aksesibilitas, peran pelaku pembangunan, pengetahuan tentang konsep ekowisata masih terbatas, tingkat kunjungan wisatawan rendah. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa Lembah Baliem potensial untuk dikembangkan, namun dihambat oleh Faktor akses dan sumber daya manusia, sehingga direkomendasikan 11 solusi strategis. Penanganannya diperlukan peran stakeholder dengan memperhatikan konsep ekowisata berkelanjutan serta mengutamakan akses langsung ke Papua.

Sumber :

C.P.N.S Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Jayawijaya.,’The blue lake Wamena’, http://www.papuatravels.com, diakses tanggal 14 Februari 2014.
‘Menyibak-misteri-goa-kontilola’, http://www.izzyportal.com, diakses tanggal 15 Februari 2014.
‘Potensi Wisata Jayawijaya sangat menjanjikan’,  http://www.jayawijayakab.go.id, diakses tanggal 14 Februari 2014.
Reza Umar, ‘Mendatangi Mummi Panglima Perang Lembah Baliem Wamena’ http://cloud.papua.go.id, diakses tanggal 14 Februari 2014.
‘Telaga Biru Keindahan Abadi di Pelosok Papua’, http://travel.detik.com, diakses tanggal 15 Februari 2014




Monday, September 8, 2014

PASANGAN HIDUP

Kriteria Pasangan Hidup



Sebelum dibaca,,mari nonton Video ini dulu yah,,,dijamin baguss,,, (y)
http://www.yesheis.com/id/v/beauty-and-bis


Apakah mungkin Tuhan memberikan pacar yang akhirnya memutuskan cintanya dengan kita?
1 Tesalonika 4:3-8.

Tingkat pergaulan:
1. perkenalan.
2. teman biasa.
3. teman dekat / sahabat bukan TTM.
- motivasi murni dan hubungan sehat.
- kebiasaan untuk saling menasehati, menegur dan membangun.
- komitmen untuk mencapai visi Tuhan.
 

Pacaran duniawi:
1. masih coba-coba bila tidak cocok, putus!
2. dasarnya hawa nafsu asmara (Yesaya 13:18).
3. najis, ekslusif, cemburuan. fokusnya ke tubuh-emosi.

Pranikah ilahi:
1. sudah pasti, jadi sebagai pertunangan / persiapan untuk masuk pernikahan.
2. dasarnya kasih Allah (1 Korintus 13).
3. kudus, inklusif, tidak cemburuan. fokusnya ke roh-pikiran.

Cara dating anak Tuhan:
1. menetapkan etika dating bersama, contoh:
- tidak menginap di rumah pasangan / satu rumah / kost.
- menghindari aktivitas yang menggoda.
2. saling membangun karakter masing-masing supaya dewasa semakin serupa Kristus, contoh:
- setiap dating ada fokus yang jelas.
- doa bersama, sharing firman Tuhan dan pelayanan bersama (Matius 6:33).
3. menetapkan visi dan nilai-nilai keluarga bersama, contoh:
- keluarga yang melayani keluarga-keluarga lain yang bermasalah.
- keluarga yang menyiapkan anak-anak ilahi.
4. membuat komitmen untuk menjaga kekudusan dengan tidak bermain hawa nafsu, istilahnya:
- my first kiss is my wedding kiss.

Pernikahan:
1. Allah merancang dengan siapa dan kapan kita menikah (Kejadian 1:27-28)
2. menikah atau tidak menikah tetap sama-sama memiliki tujuan ilahi (1 Korintus 7:32-35)

Teman hidup:
1. bukan hanya dia orang baik, tetapi dia harus orang benar / lahir baru (2 Korintus 6:14)
2. bukan hanya perasaan suka atau cocok, tetapi karena kehendak Tuhan / sepadan (Kejadian 2:18)

Standar-standarnya:
1. standar mutlak:
- lahir baru.
- se visi, yaitu saling melengkapi dalam menggenapi visi Tuhan
2. standar tidak mutlak:
- suku / bangsa.
- pendidikan.
- tingkat sosial.
- hobby.
- perbedaan usia.
- bentuk fisik.
- dll.

Standart Dipertemukan Tuhan:


1. Pria.
bermental dewasa (Mazmur 128:4), yaitu takut akan Tuhan dan bertanggung jawab / mandiri.
2. Wanita.
kecantikan batin (1 Petrus 3:3-4), yaitu roh yang tentram dan roh lemah lembut.

Cara Menentukan Teman Hidup:
1. Supranatural. yaitu kondisi: hati yang murni, tidak ada kecenderungan hati pada orang tersebut, tetapi Tuhan sendiri yang menyatakannya. tidak semua anak Tuhan diberitahu secara supranatural, tetapi lebih banyak dengan cara natural.
2. Natural. yaitu lewat persahabatan yang murni terlebih dahulu. dengan kondisi: keyakinan bahwa dia adalah pemberian Tuhan, karena sudah saling mengenal cukup mendalam tentang kematangan mental / rohani masing-masing.

Prosedur-prosedurnya:
1. bagian kita, bertumbuh dalam kedewasaan mental / rohani sebelum pernikahan. bila usia kita di bawah 20 tahun, fokus pada membangun persahabatan yang murni / sehat, bukan sibuk mencari teman hidup.
2. bagian Tuhan, bila Tuhan menetapkan untuk kita menikah, maka Tuhan akan menyatakan teman hidup kita pada waktu-Nya.
3. bila kita sedang bergumul / sudah serius tentang calon teman hidup, sharingkan hal ini dengan orang tua dan konselor pranikah.
4. masuk dalam bimbingan pranikah dengan komitmen menjaga kekudusan sampai hari pemberkatan nikah. miliki visi "keluarga illahi" yang Tuhan siapkan bagi kita.

Power Statement:
1. menikah adalah keputusan kedua terpenting setelah terima Jesus.
2. dengan siapa kita menikah akan menentukan 2/3 hidup kita selanjutnya.
3. salah yang lain bisa ganti tapi salah suami / istri tidak bisa ganti.
4. kalau sudah satu kali salah pacaran jangan sampai salah kedua, yaitu salah menikah.
5. sex adalah kudus bagi suami istri, tetapi najis bagi yang bukan suami istri.
6. pernikahan adalah persahabatan seumur hidup.


By. Women of Excellence (WOE) GKA

Saturday, February 22, 2014

Biomarker untuk Monitoring Perairan


Beberapa tahun terakhir ini, telah terjadi degradasi lingkungan yang serius terhadap ekosistem perairan, terutama karena polusi manusia. Konsentrasi polutan yang tinggi, baik dari pertanian dan limbah polutan ­­­­menyebabkan gangguan terhadap ekosistem perairan dan menjadi risiko bagi organisme yang bergantung pada sumber daya air dan juga untuk kesehatan manusia. Oleh karena itu, perlu mengidentifikasi penilaian biomarker untuk monitoring polusi manusia pada ekosistem perairan.
Biomarker biokimia dan fisiologis ditambah dengan analisis kimia sangat diperlukan dalam mengidentifikasi gradien kontaminasi, efek subletal dalam biota dan efek polutan terhadap lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, dalam program penelitian tentang biomarker telah membantu menentukan kebutuhan untuk perbaikan di berbagai ekosistem laut, seperti di Venice dan Laut Hitam. Dalam beberapa dekade terakhir, Pencemaran lingkungan telah meningkat karena sejumlah besar industri,pertanian,komersial, limbah domestik dan emisi serta zat berbahaya . Mayoritas polusi lingkungan yang mengancam kesehatan manusia sebagian besar polutan kimia tersebut memasuki laut , sungai, danau dan lahan basah. Polusi kimia laut telah menjadi perhatian global dalam Lingkungan laut telah terkontaminasi oleh bahan kimia seperti produk berbasis minyak, pestisida, pupuk, logam berat , tumpahan minyak disengaja , limpasan dari daerah pesisir , senyawa antifouling , dan bahan plastik (Schetino et al., 2012:20; Au et al., 2004:817; Valavanidis et al., 2012:2)
Biomarker berfungsi  untuk melakukan penilaian resiko manusia dan ekologi melalui biomarker. Biomarker merupakan indikator internal yang diukur dari perubahan organisme pada tingkat molekuler atau seluler yang dapat menawarkan potensi besar untuk memahami penyakit dimediasi lingkungan dan untuk meningkatkan proses penilaian risiko . Sebuah biomarker yang valid juga bisa dianggap sebagai peristiwa penting yang menghubungkan paparan lingkungan khusus yang baik dan sehat. Ekosistem laut dan darat yang ditandai dengan keseimbangan antara anorganik dan organik merupakan isu lingkungan yang Sangat diperlukan dalam penilaian resiko manusia dan ekologi (Au et al., 2004:818; Valavanidis et al., 2012:3).

1. Awal Perkembangan Biomarker untuk Monitoring Pencemaran Perairan.
Dewan Riset Nasional Amerika Serikat menganjurkan penggunaan pendekatan biomarker. Biomarker mulai dimasukkan dalam protokol manajemen rutin dan dikombinasi dengan analisis kimia yang digunakan untuk menghubungkan paparan bahan kimia dan respon biologi. Biomarker ini telah digunakan bersama-sama dengan komersial tes enzyme-linked immunosorbent (ELISA), yang menggunakan antibodi untuk menentukan konsentrasi kontaminanasi lingkungan dan penilaian pengendapan lumpur dan air  Pendekatan ini dinamakan sebagai rapid pencemaran laut (RAMP) pendekatan ini telah mengalami pengujian awal di Brasil , Kosta Rika , dan Vietnam. Di Eropa perairan pesisir dilindungi oleh Water Framework Directive ( WFD ) dan laut dilindungi oleh Marine Strategi Framework Directive ( MSFD ) . Negara Anggota ingin mencapai kesepakatan umum bahwa tujuan yang harus dicapai dalam rangka menjaga status ekologi lingkungan laut, seperti: mengurangi konsentrasi senyawa kimia prioritas agar tidak melebihi batas yang ditetapkan untuk senyawa kimia , dan mengurangi efek pada populasi dan individu. Oleh karena itu, Untuk mencapai tujuan, kualitas air harus dimonitoring untuk identifikasi, penilaian dan pengelolaan risiko bagi biota yang timbul dari polusi kimia yang  dibuang ke lingkungan laut (Schetino et al., 2012:20; Au et al., 2004:818)
Berdasarkan data biomarker untuk stasiun RGB bahwa  ikan telah mengalami kontaminasi kronis. Studi sebelumnya (Davis et al., 1995; TNRCC ,1997) menunjukkan potensi dampak bahan kimia beracun pada biota di Arroyo Colorado di Harlingen dan di Rio Grande di Brownsville , dan kontaminasi dari pertanian dan ekstraksi energi serta konsentrasi kontaminasi unsur organoklorin yang cukup besar dapat berpotensi membahayakan populasi spesies ikan. Konsentrasi Hg juga tetap pada konsentrasi yang berpotensi berbahaya di impoundments mainstem , yang dihuni oleh spesies satwa liar, yang rentan termasuk federal terdaftar elang botak (Haliaeetus leucocephalus) dan interior paling tern (Sterna antillarum athalassos) . Selain itu, penggunaan pestisida pertanian seperti atrazin , klorpirifos, diazinon dan telah terdeteksi bahwa berpotensi bermasalah di bawah RGB (Schmitt et al., 2005:162)

2. Jenis-Jenis Polutan Kimia di Perairan
Metode penilaian risiko dirancang untuk memberikan perkiraan kuantitatif kemungkinan dampak buruk yang terjadi sebagai akibat dari pencemaran lingkungan dari campuran beragam polutan kimia. Di antara berbagai jenis biomarker berikut ini telah mendapatkan perhatian khusus dalam studi ekotoksikologi : sitokrom ( indikator paparan kontaminan organik PAH , PCB , dll) P450 , DNA - kerusakan ( untai istirahat) dan besar DNA - aduk karena paparan anorganik mutagenik dan xenobiotik organik , penghambatan acetylcholinesterase   (AChE ) aktivitas ( organophosphorous , karbamat, Cd , PB , Cu , dll) , metallothionein sintesis dalam hati dan jaringan lain ( paparan logam Zn , Cu , Cd , Hg , Fe , dll) , antioksidan enzim ( superoxide dismuatse , katalase, glutathione transferase ) ( paparan ROS , radikal bebas , polusi menyebabkan stres oksidatif , peroksidasi lipid (oksidan , logam , dll) , dan vitellogenin induksi (zat estrogen) (Valavanidis et al., 2002:1)



Studi ekotoksikologi menggunakan biomarker dalam rangka membangun risiko pencemaran lingkungan untuk komponen kunci dalam ekosistem . asumsi dasarnya adalah bahwa dengan memantau konsekuensi yang merugikan bagi spesies yang menempati posisi penting di tingkat trofik ekosistem . dengan cara ini hasilnya mungkin memberikan wawasan integritas ekosistem sebagai keseluruhan . Pengukuran toksisitas pada spesies sensitif ( spesies sentinel ) dapat digunakan sebagai peringatan dini dari penurunan populasi dan sebagai titik akhir ekologis yang relevan . penilaian risiko ekologis harus bertujuan dalam pelestarian keutuhan ekosistem. Penerapan pendekatan Biomarker sejauh ini terbatas, karena metode analisis rinci lokasi studi yang terkontaminasi mahal dan menghabiskan waktu, tetapi juga oleh kurangnya pemahaman tentang bagaimana biomarker dapat dimasukkan ke dalam instrumen hukum. Integrasi penelitian tentang pengukuran efektivitas kemampuan  biaya dan risiko manusia dan lingkungan, Hal ini didukung oleh WHO melalui Program Internasional Keamanan Bahan Kimia (IPCS ), otoritas pusat pada perlindungan lingkungan di Amerika Serikat, Badan Perlindungan Lingkungan ( EPA ), Uni Eropa melalui Badan Perlindungan

3. Penggunaan Biomarker untuk Monitoring Pencemaran Perairan
Lingkungan dan berbagai Direktif lingkungan (OECD) dan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, yang berkaitan dengan isu-isu global keamanan bahan kimia dan industri kimia, Lembaga perlindungan lingkungan hidup di sebagian besar negara maju menggunakan biomarker, kombinasi legislasi dan program pemantauan biologis untuk memeriksa polutan kimia untuk mengidentifikasi daerah perairan dan habitat yang beresiko pada pencemaran lingkungan. Banyak alat ekotoksikologi yang tersedia untuk mendeteksi penilaian resiko terhadap konsentrasi polutan dan limbah yang masuk ke perairan.Hal ini termasuk pemantauan komposisi komunitas untuk mengukur perubahan dalam keragaman spesies dan sedimen kimia dan analisis  jaringan untuk menentukan bioavailabilitas dan bioakumulasi kontaminasi. Selain itu, biomarker yang dapat digunakan berhubungan perubahan molekuler, seluler , atau fisiologis diukur dalam paparan rangkain biomarker mulai dimasukkan dalam protokol manajemen rutin dan digabungkan dengan analisis kimia yang digunakan untuk menghubungkan paparan bahan kimia dan respon biologi (Gallaway et al., 2002 :2219;Valavanidis et al., 2002:2)

Biomarker dapat diklasifikasikan menjadi biomarker eksposur, dan efek biomarker yang dapat memberikan perbedaan kontribusi untuk pemantauan lingkungan dan penilaian resiko. Biomarker merupakan ukuran respon suborganisme dalam organisme atau sistem biologis yang memberikan efek terhadap ekosistem. Sebagian besar negara-negara telah menggunakan pendekatan biomarker untuk melalukan penilaian dan pemantauan terhadap ekosistem perairan. Biomarker digunakan untuk mendeteksi tingkat bahan pencemar, sehingga dapat mendeteksi kerentanan penyakit yang dapat menggangu lingkungan dan kelangsungan hidup manusia.
Efek dari kontaminan biologis di tingkat bawah (misalnya biokimia,seluler, fisiologis) pada umumnya terjadi lebih cepat daripada di tingkat yang lebih tinggi (misalnya, dampak ekologi ) dan karena itu dapat memberikan peringatan terhadap efek toksikologi dalam populasi..
Negara-negara Eropa, telah melakukan banyak eksperimen terhadap senyawa polutan di perairan menggunakan pendekatan biomarker, walaupun terdapat beberapa kendala biaya yang tinggi dan menghabiskan waktu yang panjang, namun program eksperimen melalui pendekatan biomarker telah dimasukkan dalam protokol manajemen rutin dan instrumen hukum.


Thursday, February 20, 2014

Water, Energy and Climate Change



Perubahan iklim adalah perubahan variabel iklim, khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun. Juga, perubahan iklim disebabkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic), khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan.

Jadi perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor alam, seperti tambahan aerosol dari letusan gunung berapi, tidak diperhitungkan dalam perubahan iklim. Dengan demikian fenomena alam yang menimbulkan kondisi iklim ekstrem seperti siklon yang dapat terjadi di dalam suatu tahun (inter annual) dan El-Nino serta La-Nina yang dapat terjadi di dalam sepuluh tahun (inter decadal) tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan iklim global. Kegiatan manusia yang dimaksud adalah kegiatan yang telah menyebabkan peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer, khususnya dalam bentuk karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oksida (N2O).
Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), selama abad 20, Indonesia mengalami peningkatan suhu rata-rata udara di permukaan tanah 0,5 derajat celcius. Jika dibandingkan periode tahun 1961 hingga 1990, rata-rata suhu di Indonesia diproyeksikan meningkat 0,8 sampai 1,0 derajat Celcius antara tahun 2020 hingga 2050.

Dalam laporan terbaru, Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), satu badan PBB yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia,mengungkapkan bahwa 90% aktivitas manusia selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat planet kita semakin panas. Sejak Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik mulai dari 280 ppm menjadi 379 ppm dalam 150 tahun terakhir.  
Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer Bumi itu tertinggi sejak 650.000tahun terakhir! IPCC juga menyimpulkan bahwa 90% gas rumah kaca yang dihasilkan manusia, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, khususnya selama 50 tahun ini, secara drastis menaikkan suhu Bumi. Sebelum masa industri, aktivitas manusia tidak banyak mengeluarkan gas rumah kaca, tetapi pertambahan penduduk, pembabatan hutan, industri peternakan, dan penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan gas rumah kaca di atmosfer bertambah banyak.

Menurut Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia.



Beberapak dampak dari perubahan iklim yang terjadi di Bumi. Selain suhu yang meningkat, adapun dampak lainnya, yaitu :

        1) Krisis Air.
Air merupakan unsur yang penting dalam kehidupan manusia. Ketersediaan air di dunia sangat melimpah, namun dari total jumlah air yang ada, hanya lima persen saja yang tersedia sebagai air minum, sisanya adalah air laut. 
Pada kenyataannya, bahwa dengan semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. 
Para ahli memprediksi Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih pada tahun 2025. Bumi terdiri dari 97.5 % air, tetapi hanya 1 % dari air tersebut yang tawar." Air tawar tersebut bersumber dari curah hujan yang tertampung pada danau, situ, sungai, maupun cekungan air tanah. Diperkirakan Indonesia memiliki total volume air sebesar 308 juta meter kubik. 

Hal ini merupakan dampak dari perubahan iklim sehingga membuat Indonesia mengalami banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau. Ketersediaan air perlu diimbangi dengan kualitas yang baik pula. Kualitas air ini berkaitan dengan kelayakan pemanfaatan air untuk berbagai kebutuhan. 

       2) Terjadinya Bencana Krisis Kemanusiaan
Karena kurangnya persediaan bahan pangan akibat tingginya potensi gagal panen yang disebabkan perubahan suhu yang tidak menentu, sehingga menurunkan produktivitas pertanian. Produktivitas pertanian di daerah tropis akan menurun jika suhu rata-rata global meningkat 1-2 derajat Celsius. Di sisi lain, mencairnya es di kutub akan menimbulkan pemuaian massa air laut dan kenaikan air laut, sehingga hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang. Adapun dampak akumulatif dari keadaan ini adalah meluasnya bencana kelaparan dan meluasnya gizi buruk.

     3) Meluasnya Berbagai Penyakit yang Mengancam Spesies Manusia
Hal ini disebabkan oleh naiknya suhu udara yang menyebabkan masa inkubasi nyamuk semakin pendek. Dampaknya, penyakit yg ditularkan nyamuk akan berkembang biak dengan lebih cepat. Penyebaran penyakit ini khususnya di daerah Tropis, seperti demam berdarah, diare, malaria dan leptospirosis karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk) sebagai vektor penyakit

    4) Hilangnya Berbagai Jenis Keaneragaman Hayati
Perubahan suhu bumi yang tidak menentu mengakibatkan hilangnya spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi, dan sekitar 20-30 persen spesies tanaman dan hewan akan punah bila suhu rata-rata global naik 1,5-2,5 derajat Celsius. Selain itu, naiknya suhu air akan meningkatkan keasaman laut. Bertambahnya Karbon dioksida di atmosfer diperkirakan membawa dampak negatif pada organisme laut seperti terumbu karang (cloral bleaching) dan punahnya spesies lain yang bergantung pada organisme tersebut. Sehingga diperkirakan sekitar 80% spesies tanaman dan binatang akan punah dalam satu abad mendatang. 

Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia umumnya ditandai dengan adanya perubahan temperatur rata-rata harian, pola curah hujan, tinggi muka laut, dan variabilitas iklim (misalnya El Niño dan La Niña, Indian Dipole, dan sebagainya). Perubahan ini memberi dampak serius terhadap berbagai sektor di Indonesia, misalnya kesehatan, pertanian, perekonomian, dan lain-lain. Perubahan temperature  rerata harian merupakan indikator paling umum perubahan iklim. UK Met Office memproyeksikan peningkatan temperature secara umum di Indonesia berada pada kisaran 20 C 2,50 C. Pada tahun 2100 berdasarkan scenario emisi A1Bnya IPCC, yaitu penggunaan energy secara seimbang antara energi non-fosil dan fosil (UK Met Office, 2011).

Di samping itu, peningkatan temperature permukaan atmosfer juga menyebabkan terjadinya peningkatan temperatur air laut yang berujung pada ekspansi volum air laut dan mencairnya glest serserta es pada kutub. Pada tahap selanjutnya, tinggimuka air laut mengalami kenaikan yang berisiko terhadap penurunan kualitas kehidupan di pesisir pantai.
Peningkatan temperature rerata harian tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap pola curahh ujan yang umumnya ditentukan sirkulasi monsun Asia dan Australia. Dengan sirkulasi monsun, Indonesia memilikiduamusimutama yang berubah setiap setengah tahuns ekali (musim penghujan dan kemarau). Perubahan temperatur rerata harian juga dapat mempengaruhi terjadinya perubahan pola curah hujan secara ekstrem.

Pada pertengahan abad ini, rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak 10-40%. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering, air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya.Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan tingginya permintaan air. Hal ini menimbulkan penyedotan besar-besaran terhadap sumber air yang ada. Khusus untuk Jakarta, naiknya muka air laut dapat membuat batas antara air tanah dan air laut semakin jauh ke daratan. Sehingga mencemari lebih banyak sumber air minum.

Untuk beberapa dekade mendatang, para pakar memprediksi hasil tanaman pangan mulai dari jagung hingga gandum, beras hingga kapas, akan menurun hingga 30 persen. Hasil yang menurun ini berujung pada peningkatan harga pangan. Sumber kebutuhan air tawar sepertiga penduduk dunia kering pada tahun 2100. Oleh karena itu, akan ada proses penyimpanan, dan transportasi pangan yang membutuhkan air dan energi lebih. Namun meningkatnya suhu bumi ditambah dengan populasi global akan menyebabkan tingginya permintaan  air dan energi. Sedangkan curah hujan, diproyeksikan akan menurun sebanyak 40 persen di beberapa lokasi sehingga menyebabkan krisis air bersih. 

Perubahan iklim merupakan sesuatu yang dampaknya sulit untuk dihindari terhadap berbagai segi kehidupan. Dampak ekstrem dari perubahan iklim adalah terjadinya kenaikan temperature serta pergeseran musim, juga terjadi peningkatan suhu bumi yang menyebabkan mencairnya es di daerah kutub. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan air laut setinggi 10-25 cm. Sementara menurut laporan Greenpeace, diperkirakan pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 19-95 cm. Peningkatan air laut setinggi 1 meter akan mengakibatkan hilangnya pulau atau daratan. Selain itu, daerah subtropis dan tropis yang kering akan mengalami kekurangan air sebanyak 10-30 persen sehingga terancam bencana kekeringan. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya krisis air bersih.

Namun, perubahan iklim yang ada saat ini dan yang akan datang dapat disebabkan bukan hanya oleh peristiwa alam melainkan lebih karena berbagai aktivitas manusia. Kemajuan pesat pembangunan ekonomi kita memberikan dampak yang serius terhadap iklim dunia, antara lain lewat pembakaran secara besar-besaran batu bara, minyak, dan kayu, serta pembabatan hutan.



Referensi :
+My Notes @bumikitacintai @HumasUGM














































Hidup Untuk Melayani


Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”Roma 8:29-30

Dipilih dari semula > Ditentukan dari semula > Dipanggil > Dibenarkan > Semuanya hanya untuk 1 sajaa,,, yaitu Memuliakan nama TUHAN YESUS,
Karenaaa,,,Suerr Percaya dech..!! pada waktunya nanti kita akan dimuliakan (sesuai dg Kutipan ayat Firman yg diatas ituu...)

U know...Kita dipanggil berarti kita musti siap  juga untuk menjadi pelayan dan hamba. Seorang hamba yang benar musti rendah hati donk,,!! tidak mementingkan  diri sendiri, tetapi harus mengorbankan banyak hal untuk Kemuliaan nama BAPA YESUS, serta jang lupa torang perlu memiliki belas kasihan seperti yang  BAPA miliki. 


Melayani merupakan wujud kita membalas Kasih Kebaikan dan Kemurahan BAPA karena telah memulihkan, melayakkan,menyelamatkan dan memberkati  hidup kita, Karena u Know,,?! dengan melayaniNya, kita semakin disempurnakan dan didewasakan serta dipersiapkan menjadi Calon Mempelai Kristus.

Kita bisa melayani dimanaaaa saja guys..!!
Di Gereja, kampus, sekolah, tempat kerja, rumah sakit, penjara, perkabungan, mengunjungi orang yang putus asa. Apapun yang kita lakukan dlam hidup,
So,,baik itu pendidikan,pekerjaan, hubungan kita deng ortu, keluarga, teman, sodara seiman,pacar semuanya merupakan tong pu pelayanan untuk memuliakan BAPA YESUS..

Pokoknyaa..ALL FOR GOD..lahh..
Satu lageee,,jang lupaa senyummmm  karena senyuman.mu juga merupakan pelayanan sederhana yang dapat memancarkan Kasih dan memuliakan nama BAPA kitaa..
Sipp..sipp...

So simplee toow.. Mari tong smua Melayani deng hati YESUS dan jang lupaa Keep Smile. Keep on Fire ,,!!

Apapun   juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia (Kolose.3:23)

Ezra (1 Tahun) melayani di Sekolah Minggu @GBI Alfa Moria Sentani-Jayapura
Kita oleh Allah
Dipanggil
Dibenarkan
Dimuliakan
Untuk
Diutus
Dikuatkan
Dipakai


Sehingga
Orang lain juga
Dipanggil
Dibenarkan
Dimuliakan
Untuk
Diutus
Dikuatkan
Dipakai

Sehingga
Semua orang...
Diselamatkan! 

Referensi :
+My Notes  @Lucindotobing

Tuesday, February 4, 2014

Rahasia 3 Tingkatan LANGIT



1. Langit pertama – Alam Semesta Jasmani di mana kita hidup / alam fisik

 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit.  Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.  Berfirmanlah Allah: Hendaklah dalam air berkeriapan  makhluk yang hidup dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Kejadian 1:8,20
Catatan: Baca juga Yeremia 4:25.  Dimanakah engkau ketika Aku meletakkan dasar bumi ? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian ! …. Ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya.” Ayub 38:4,9.  Langit adalah benda yang sangat konkrit.  Udara di atas bumi kita adalah langit yang pertama.  Dalam langit inilah burung-burung terbang.  Alkitab menamakannya cakrawala.  II Petrus 3: 10-13 menyatakan suatu waktu apabila langit ini akan dibinasakan dan dibaharui.

2. Langit kedua – Alam Semesta Rohani 

 “Padang Gurun” (Wah 12:6) yang berada di antara langit pertama dan langit ketiga; sebagian daerah diberi Allah untuk tempatnya iblis / roh-roh jahat (Efesus 2:2) dan sebagian daerah lagi dikuasai oleh Allah.


3. Langit ketiga – Alam Semesta Rohani di mana terdapat Firdaus, kerajaan Surga / Yerusalem Baru / Kerajaan Allah dan Anak Domba (Yesus Kristus) / Kerajaan Terang


Langit ketiga berada di atas  langit  pertama dan kedua, tentang Kristus, Paulua mengatakan ,” Ia yang telah tuntun, Ia juga telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.” Efesus 4:10. Paulus menamakan langit ketiga “firdaus” dalam II Korintus 12:4.  Paulus tidak menggambarkan langit ketiga karena kata-kata manusia tidak cukup melukiskannya. Baca I Korintus 2:9.
Ketika pencuri yang hendak mati itu menerima Kristus dia telah mendapat jaminan dalam firdaus bersama Kristus (Lukas 23:43).  Jadi firdaus atau langit ketiga adalah dimana Yesus berada sekarang dan kesitulah orang-orang benar akan diabwa Kristus apabila Ia datang kembali. 

Menurut Wahyu 2:7 dan Wahyu 22:1,2 firdaus adalah di mana pohon kehidupan dan takhta Allah ditempatkan. Firdaus ialah dimana Allah berada. Rahasia tentang alam fisik dan alam roh ini sangat luas sehingga tidak bisa dijangkau oleh pikiran manusia, sebab alam-alam ini selain bertingkat tetapi juga berdampingan, berdampingan tetapi tidak berbenturan, mempunyai banyak dimensi yang tentunya manusia akan bingung jika memikirkannya.

Sumber : Permata Kehidupan & Wordpress

Hubilama"Grand Valley"




Hubilama"Grand Valley"

Lembah Agung nan misteri
Lembah yang luas nan terindah
Sungguh nirwana qu
Kau dihina, dilukai dan dihianati
Namun kau tetap sabar
Oleh orang tak beradat dan berbudaya
Kasih pun tiada tara
Benci berakar cinta

 


Lembah misteri menjadi lembah materi
Persatuaan semakin kusut ditelan musuh
Kesuburan berakar tandus oleh keangkuhan
Tegah-teguhnyapun runtuh menjadi beling

Dimanakah penghuni berwarisan
Kelabuh membumbung tinggi nan biru
Kapan engkau datang kepada qu
Wahai negri qu
Jangan tinggalkan kami dihina, dibodohi dan dibunuh
Oleh orang-orang yang tak kami kenal
Tiliklah kami sebelum tubuhqu terlentang dilembah Hubula

N I T N I N A I W E R E K

((((( Tergores misterius P.Jan Yogobi ))))



Aksi solidaritas lilin kemanusiaan yang dilaksanakan FNMP (Front Nasional Mahasiswa Papua)
Semarang 2013 _ ''Tuntaskan Pelanggaran HAM berat'' 



Sumber : http://infonapas.blogspot.com